Database / Basis data (DDL, DML, ERD, Agregasi&Grouping)

Hola semua, kembali lagi bersama saya. kali ini, saya tidak akan membahas tentang Rangkaian Elektronika, melainkan tentang Basis Data.

Apa itu basis data?

Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

Di dalam sistem basis data, basis data tidak dapat berdiri sendiri sehingga pasti
terdapat komponen lain yang saling mendukung satu dengan lainnya. Hal yang
dimaksud adalah sistem pengelola basis data atau Data Base Management System (DBMS). DBMS adalah perangkat lunak khusus yang digunakan untuk mengelola basis data. Perangkat lunak yang termasuk DBMS diantaranya meliputi dBase, Microsoft-Access, Oracle Database, dan MySQL.

Dalam MySQL, dikenal istilah DDL dan DML. Data Definition Language (DDL) adalah bahasa basis data yang digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yangdiperlukan, seperti table, view, user, index dan sebagainya. Sedangkan Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa/perintah SQL yang berfungsi untuk memanipulasi data yang ada di dalam basis data(database), dan digunakan untuk mengambil, memasukkan, memodifikasi, bahkan menghapus informasi/isi yang ada didalam database tersebut.

Secara umum, dalam DDL, dikenal perintah Create untuk membuat objek baru, Alter untuk mengubah suatu objek, Drop untuk menghapus objek. Nah, contohnya, kita bisa gunakan perintah seperti Create Database blablabla, Alter Database blablabla, Alter Tabel xxx, Drop Tabel yyy dan sebagainya.

untuk mendefinisikan suatu entitas/objek, kita perlu menentukan tipe dari entitas tersebut. Adapun, macam-macam tipe data adalah Tinyint, int untuk data berupa angka yang dapat diolah serta char, varchar untuk data berupa kumpulan karakter yang tidak dapat diolah. Tipe data masih banyak macamnya, seperti smallint, real, double, date, time dan-lain-lain.

Sedangkan, dalam DML, ada perintah INSERT untuk menyisipkan informasi ke dalam basis data, SELECT untuk mengambil informasi yang disimpan dalam basis data, DELETE untuk menghapus informasi dan UPDATE untuk modifikasi informasi.

Dalam perintah SELECT, terdapat beberapa perintah tambahan seperti Where, And Or, Between/Not Between, Like/Not Like, Order By, Group By, ASC/DESC dan lain sebagainya.

Lalu, ada pula aggregasi dan grouping. Apa itu fungsi aggregasi? Fungsi aggregasi adalah fungsi matematika sederhana dalam SQL. Biasanya fungsi aggregasi ini digunakan pada bagian SELECT untuk melakukan perhitungan dengan melibatkan sekumpulan data atau nilai. Sedangkan grouping merupakan fungsi untuk mengelompokkan suatu data tabel
berdasarkan salah satu field yang diperlukan dari tabel tersebut.

Perintah-perintah dalam aggregasi meliputi AVG() untuk menghitung rata-rata dari data tipe int; COUNT() untuk menghitung banyaknya data; MAX() mencari data dengan nilai tertinggi; MIN() mencari nilai terendah dalam suatu data; SUM() menjumlahkan beberapa data int; ROUND() membulatkan suatu nilai/data sampai sekian angka dibelakang koma; Lalu ada STDDEV_POP() dan VAR_POP().

Perintah dalam grouping sudah dijelaskan pada bagian DML. Seperti ORDER BY atau GROUP BY. Namun, selain kedua perintah tersebut, ada pula perintah HAVING yang fungsinya hamper sama dengan perintah WHERE. Tetapi, fungsi HAVING digunakan ketika suatu kombinasi perintah tidak dapat dilakukan menggunakan fungsi WHERE. Misalnya adalah select * from blabla having max(data). Terakhir, ada perintah VIEW untuk membuat table semu/sementara.

Selanjutnya dalam database pula dikenal istilah ERD (Entity Relationship Diagram). ER-Diagram didefinisikan sebagai penerjemahan semesta data yang ada di ‘dunia nyata’ dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sejumlah diagram data. Sederhananya, ER-D adalah suatu cara memodelkan suatu data di tingkat konseptual dalam perancangan basis data. Model ini juga merupakan alat modelling data yang populer dan banyak digunakan oleh para desainer basis data. ER-D ini hadir untuk menyajikan dan menjadikan data mudah dimengerti dalam rangka mempermudah perancangan dan pengaksesan basis data.

ERD memeiliki komponen-komponen diantaranya: Entitas, atribut, relasi dan kardinalitas.

  • Entitas didefinisikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan
    dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entitas direpresentasikan dalam bentuk persegi panjang (tanpa warna).
  • Atribut merupakan karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan
    penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Gambaran dari atribut adalah berbentuk oval.
  • Relasi didefinisikan sebagai hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari
    himpunan entitas yang berbeda. Sederhananya, relasi dikenal sebagai hubungan
    yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Direpresentasikan dalam bentuk belah ketupat.
  • Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi
    dengan entitas pada himpunan entitas lain. Hubungan kardinalitas dari dua himpunan dibagi menjadi tiga, yaitu: One-to-one, one-to-many/many-to-one, serta many-to-many.

Nah, selanjutnya, agar dapat dipahami lebih mudah, langsung saja kita masuk ke cara menjalankan MySQL dan membuat database beserta isinya!

pertama-tama, pastikan kalian sudah menyiapkan XAMPP dan text editor untuk mengetikan perintah-perintah sql. Selanjutnya, buka XAMPP Control Panel lalu klik start pada Apache dan MySQL. Kemudian, buka Command Prompt lalu ketikan pada layar CMD: cd c:\xampp\mysql\bin (klik enter) mysql -u root (enter).

Gunakan text editor seperti notepad untuk mengetikan perintah-perintah SQL. Untuk lebih memudahkan, kalian dapat menggunakan notepad++ atau sublime text yang memudahkan kalian mengetikan perintah-perintah SQL. Sebenarnya, kalian dapat langsung saja mengetikkan nya di CMD, namun sebagai persiapan jika terjadi sesuatu dalam proses pengerjaan, alangkah baiknya kita mengetikkan nya terlebih dahulu pada text editor sebagai back-up. 

dalam proses pembuatan kali ini, kita akan membuat database bernama praktikum3.

Pertama-tama, ketikan dulu semua perintahnya dalam text editor ya! Kalian bias salin pembuatan database, pembuatan table, dan mengisi table tersebut (dengan perintah insert) di link berikut : http://www.heypasteit.com/clip/1WFU

Nah, setelah menyalin perintah di atas ke dalam text editor, sekarang kita dapat bermain-main dengan perintah-perintah DDL, DML dan Aggegasi!

 

Apa Itu Multimeter (Ampere, Volt, Ohm Meter – AVOM) dan Cara Penggunaannya

Assalamu’alaikum Wr. Wb 😀

Hallo semua, terimakasih kepada yang sudah berkunjung ke blog saya. Baik yang memang ditunjukkan oleh Tuhan untuk mengklik blog ini, maupun yang tersesat dan tak tahu arah jalan pulang karena tidak sengaja mengklik blog ini.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan tentang MULTIMETER atau yang orang-orang biasa menyebutnya AVOM (Ampere, Volt, Ohm Meter). Tanpa panjang lebar lagi, langsung saja kita kupas tuntas mengenai MULTIMETER ini. Disimak baik-baik ya~.

1. Tentang Multimeter

header

1.1 Apa Itu Multimeter?

Berdasarkan wangsit yang saya dapat dari dosen serba tahu – Prof. Google. Multimeter adalah alat ukur yang dipakai untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Itu adalah pengertian multimeter secara umum, sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya.

1.2 Jenis-jenis Multimeter

analog digital

 

*(kiri : multimeter analog | kanan : multimeter digital)

Multimeter dikenal dalam 2 jenis bentuk, yang pertama adalah multimeter digital dimana hasil pengukuran ditampilkan dalam bentuk angka. Sedangkan yang kedua adalah multimeter analog yang menggunakan jarum sebagai penunjuk angkanya. Kedua kategori multimeter diatas fungsi dan cara penggunaannya sama, masing-masing dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC.

1.3 Fungsi Multimeter dengan Kategori Digital Multimeter

  1. Menguji dioda dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kerusakan akibat suatu hal yang tidak kita ketahui
  2. Menguji kondensator
  3. Menguji transformator
  4. Mengukur tegangan DC
  5. Mengukur arus DC
  6. Mengukur tegangan AC
  7. Pengecekan hubungan singkat
  8. Menguji transistor PNP
  9. Menguji kapasitor elektrolit
  10. Pengukur resistansi pada multimeter
  11. Penguji transistor NPN

1.4 Bagian-bagian Pada Multimeter

Ada tiga bagian penting dalam multimeter, yaitu display, saklar selektor dan probe. Keterangan lebih jelas, dapat disimak penjelasan berikut:

  1. Papan Skala : digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala; tahanan/resistan (resistance) dalam satuan Ohm (Ω), tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya
  2. Saklar Jangkauan Ukur : digunakan untuk menentukan posisi kerja Multimeter, dan batas ukur (range). Jika digunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω), saklar ditempatkan pada posisi Ω, demikian juga jika digunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuat arus (mili Ampere – mikro Ampere). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukur tegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukur yang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal, tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus berada pada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jika hendak mengukur DCV.
  3. Sekrup Pengatur Posisi Jarum (preset) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiri papan skala).
  4. Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (Zero Adjustment) : digunakan untuk menera jarum penunjuk pada angka nol sebelum Multimeter digunakan untuk mengukur nilai tahanan/resistan. Dalam praktek, kedua ujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputar untuk memosisikan jarum pada angka nol.
  5. Lubang Kabel Penyidik : tempat untuk menghubungkan kabel penyidik dengan Multimeter. Ditandai dengan tanda (+) atau out dan (-) atau common. Pada Multimeter yang lebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfe transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistor berdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untuk mengukur kapasitas kapasitor.

untuk lebih jelasnya lagi, silahkan perhatikan gambar di bawah ini.

bagianmultimeter

2. Penggunaan Multimeter

Pada bagian ini, saya hanya akan memaparkan bagaimana caranya menggunakan multimeter tipe analog. Baik untuk mengukur kuat arus, tegangan maupun hambatan.

Adapun cara menggunakan multimeter ini ialah sebagai berikut :

  • Jika saklar menunjuk pada DC Volt (dcv) dapat digunakan mengukur :
  • Jika saklar menunjuk pada ohm meter dapat digunakan mengukur: Transistor, Tahanan, Potensiometer, VR (Variabel Resistor), Kondensator, LS, Kumparan, MF dan trafo, mengukur Kabel, dsb.
  1. Arus dalam suatu rangkaian (arus dc)
  2. Mengukur (menguji) accu atau batere
  • Jika saklar menunjuk pada AC Volt (acv) dapat dipakai untuk mengukur kuat tegangan AC, ada dan tidaknya arus listrik.
  • Jika saklar menunjuk pada DC ampere dapat dipakai untuk mengukur berapa banyak amperepada accu maupun batere atau catu  daya (adaptor).

2.1 Pengukuran Kuat Arus (Ampere / A)

Sebelum menggunakan Amper meter untuk mengukur arus listrik perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pastikan bahwa arus yang diukur lebih rendah dari skala ukur yang dipilih, beberapa multi meter mempunyai batas maksimal 500 mA atau 0,5 A.
  2. Metode memasang amper meter pada rangkaian adalah secara seri, pengukuran secara parallel dapat menyebabkan multimeter terbakar
  3. Pastikan pemasangan colok ukur (test lead) tepat.

Sekala ukur amper meter pada multi meter sangat beragam, diantara 250 mA dan 20A. Contoh melakukan pengukuran arus kurang dari 250 mA.

Langkah mengukur:

  1. Putar selector ukur kearah 250 mA
  2. Pasang alat amper meter secara seri, yaitu colok ukur merah (+) ke beban atau lampu dan colok ukur hitam (negatip) ke arah negatip  baterai
  3. Baca hasil pengukuran pada angka maksimal 25, kemudian hasilnya kalikan dengan 10.

2.2 Pengukuran Tegangan (Volt / V)

2.2.1 Mengukur Tegangan DC

Baterai merupakan salah satu sumber listrik tegangan DC. Besar tegangan DC yang mampu diukur adalah 0 – 500 Volt DC. Posisi pengukuran terdiri dari 2,5 V, 10 V, 25 V,  50 V dan 500 V.Sebelum menggunakan Volt meter untuk mengukur arus listrik perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  • Pastikan bahwa tegangan yang diukur lebih rendah dari skala ukur yang dipilih, misal mengukur tegangan baterai 12V  DC maka pilih skala 25V DC.
  • Metode memasang Volt meter pada rangkaian adalah secara paralel, pengukuran secara seri dapat menyebabkan multimeter terbakar.
  • Pastikan pemasangan colok ukur (test lead) tepat.

Langkah mengukur tegangan baterai pada rangkaian

  1. Putar selector ukur kearah 25 V DC.
  2. Pasang alat volt meter secara paralel, yaitu colok ukur merah (+) ke positip baterai dan colok ukur hitam (negatip) ke arah negatip  baterai.
  3. Baca hasil pengukuran pada angka maksimal 25.

 

2.2.2 Mengukur Tegangan AC

Multi meter mampu mengukur tegangan AC sebesar 0 – 1000 Volt. Posisi pengukuran terdiri dari 10 V, 25 V,  250 V dan 1000 V.  Sebelum menggunakan Volt meter untuk mengukur arus listrik perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pastikan bahwa tegangan yang diukur lebih rendah dari skala ukur yang dipilih, misal mengukur tegangan listrik sebesar 220 V maka pilih skala 250V AC.
  2. Metode memasang Volt meter pada rangkaian adalah secara paralel, pengukuran secara seri dapat menyebabkan multimeter terbakar
  3. Pemasangan colok ukur (test lead) dapat dibolak-balik.

Langkah mengukur tegangan listrik yaitu:

  1. Putar selector ukur kearah 250 V AC
  2. Pasang alat volt meter secara paralel, yaitu memasukkan colok ukur merah (+)dan colok ukur hitam (-)  pada lubang sumber listrik.
  3. Baca hasil pengukuran pada angka maksimal 25, kalikan hasil pengukuran dengan 10.

2.3 Pengukuran Hambatan (Ohm / Ω)

Sebelum menggunakan Ohm meter untuk mengukur tahanan perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pastikan bahwa tahanan yang diukur dalam rentang pengukuran efektif tahanan yang diukur, misal mengukur tahanan 220 Ω maka pilih skala1 X, tahanan 800 Ωmenggunakan 10 X, tahanan 8 K Ω menggunakan 1 x 1K.
  2. Kalibrasi alat ukur sebelum digunakan, dengan cara menghubungkan singkat colok ukur, dan mengatur jarum pada posisi 0 (nol).
  3. Pengukuran tidak boleh pada rangkian uyang dialiri listrik, jadi matikan sumber dan lepas komponen saat melakukan pengukuran.

Langkah mengukur tahanan

  1. Putar selector ukur kearah 1X Ω.
  2. Kalibrasi alat ukur dengan cara menghubungkan singkat colok ukur, dan mengatur jarum pada posisi 0 (nol) dengan memutar Ohm calibration.
  3. Hubungkan colok ukur ke tahanan yang diukur.
  4. Baca hasil pengukuran.

HP=PJxBU

HP=Hasil Pengukuran ; PJ=Penunjukkan Jarum ; BU=Batas Ukur

Demikian penjelasan tentang MULTIMETER yang sudah saya KUPAS TUNTAS mulai dari pengertian, jenis, fungsi, bagian-bagian hingga ke cara penggunaannya. Semoga dengan artikel yang saya buat, dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jangan bosan untuk terus mampir ke blog saya ya 🙂

Artikel ini bebas untuk di copy-paste dengan mencantumkan alamat blog saya sebagai sumber. Terimakasih atas kunjungannya.

SALAM ELEKTRONIKA~

Wassalamu’alaikum Wr. Wb 😉

sumber : asdos praktikum RE | http://pecintalistrik.blogspot.com/2013/09/cara-menggunakan-multimeter-multimeter.html | http://bisaelektronika.blogspot.com/2014/01/cara-menggunakan-multimeter.html | http://komponenelektronika.biz/fungsi-multimeter-analog.html | http://yoga-febriansyah.blogspot.com/2012/12/multimeter.html | all images are attached from various sources. Thanks!

Rangkaian Elektronika – Komponen Aktif, Pasif dan Rangkaian Listrik

Assalamu’alaikum WR. WB. 😀

Hallo para pengunjung yang kebetulan nyasar ke blog ini heuheu. Semoga kabar baik menyertai kita semua.

di postingan kali ini, berisi resume tentang “Rangkaian Elektronika” yang didapat dari hasil kelas praktikum pertemuan ke-1 dan ke-2.

Rangkaian Elektronika

RE

pertama-tama, mari kita pahami pengertian dari Rangkaian Elektronika atau biasa disingkat RE. jadi, RE adalah susunan dari komponen elektronika yang mempelajari ilmu tentang alat listrik arus lemah yang di jalankan dengan mengontrol aliran elektron atau juga muatan listrik seperti komputer

pembahasan 1 : Komponen Listrik ; pembahasan 2 : Rangkain Listrik

1. Komponen Elektronika

Komponen listrik dibagi menjadi 2 : komponen aktif (memerlukan arus lisktrik) dan pasif (tidak memerlukan arus listrik).

contoh komponen aktif antara lain:

  • Transistor
  • Dioda

sedangkan komponen pasif, contohnya antara lain:

  • Resistor, yang dibagi menjadi 2:
    • Resistor Tetap,
    • Resistor Variable.
  • Kapasitor
  • Induktur.

nah, selanjutnya, mari kita kupas tuntas satu persatu dari komponen di atas.

1.1 Komponen Aktif

Komponen aktif adalah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja yang fungsi utamanya adalah menguatkan, menyearahkan sinyal listrik, dan mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

seperti yang sudah dituliskan diatas. Ada 2 buah komponen yang termasuk ke dalam komponen aktif: Transistor dan Dioda.

1.1.1 Transistor

transistor

Transistor berasal dari 2 kata, transfer (pemindahan) dan resistor (hambatan). Adapun pengertian dari Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor ini umumnya mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis/B), pengumpul (kolektor/C) dan pemancar (emitor/E). Berdasarkan strukturnya, Transistor terdiri dari 2 Tipe Struktur yaitu PNP dan NPN. UJT (Uni Junction Transistor), FET (Field Effect Transistor) dan MOSFET (Metal Oxide Semiconductor FET) juga merupakan keluarga dari Transistor.

Fungsi sebuah transistor adalah sebagai : penguat/amplifier, pemutus/switching, stabilisasi tegangan/stabilisator, perata arus, menahan arus, membangkitkan frekuensi, dan fungsi-fungsi lain nya.

1.1.2 Dioda

dioda

Dioda adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur). Diode dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Dioda sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.

ada beberapa macam rangkaian dioda, yaitu : penyearah setengah gelombang, penyearah gelombang penuh, pemotong, penjepit dan pengganda tegangan. Dioda terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu : germanium, silicon, selenium, zener, dan LED.

1.2 Komponen Pasif

Komponen pasif adalah jenis komponen elektronika yang bekerja tanpa memerlukan arus listrik sehingga tidak bisa menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik serta tidak dapat mengubah suatu energi ke bentuk lainnya.Komponen pasif ini, walaupun tidak diberi arus atau tegangan listrik tetapi dapat bekerja dan beroperasi dengan baik.

Komponen pasif terbagi atas resistor, kapasitor dan induktor.

1.2.1 Resistor

resistor

Resistor berfungsi menghambat atau membatasi suatu arus.

dalam suatu rangkaian, komponen resistor memiliki susunan warna sebagai alat ukur dari besarnya resistensi komponen tersebut. Suatu komponen biasanya memiliki 4 pita – 6 pita. Ada total 12 warna dan 1 warna kosong, yaitu : hitam, coklat, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, abu-abu, putih, emas dan perak. Cara perhitungannya, jika komponen tersebut memiliki 4 pita, maka pita pertama bertindak sebagai angka puluhan, pita kedua sebagai satuan, pita ketiga adalah pengali 10^n, pita keempat adalah toleransi +/- dalam persen. Apabila 5 pita, maka pita pertama,kedua,ketiga adalah ratusan,puluhan dan satuan. Sedangkan yang terakhir, 6 pita. urutannya sama dengan 5 pita, hanya saja pada pita keenam, warna tersebut adalah koefisien suhu. Secara berurutan untuk warna hitam sampai putih mewakili angka 0-9. untuk emas dan perak hanya ada pada pita pengali 10^n. langsung saja masuk ke contohnya ya. Misal sesuatu resistor tersusun atas warna merah-kuning-oranye-hitam-coklat. maka, pita pertama adalah merah, mewakili angka 2 dan bertindak sebagai ratusan. Pita kedua adalah kuning, mewakili angka 4 dan bertidak sebagai puluhan. Pita ke 3 oranye, angka 3, satuan. Pita keempat, hitam mewakili angka 0 dan bertindak sebagai pengali 10^n. Maka, besarnya resistensi resistor tersebut adalah 243 dikalikan dengan 10^0. Maka hasilnya adalah 243. Nah, pada pita kelima (toleransi), warna nya adalah coklat, ber angka 1. Jadi, toleransi untuk resistor tersebut adalah +1% atau -1%. Dengan kata lain, resistor tersebut masih dapat bekerja dalam rentang 240.57 – 245.43.

A) Resistor Tetap

Jenis-jenis yang termasuk ke dalam resistor tetap:

    • Resistor kawat
    • Resistor batang karbon
    • Resistor keramik
    • Resistor film karbon
    • Resistor film metal
B) Resistor Variable

Jenis-jenis yang termasuk ke dalam resistor variable:

    • Potensiometer
    • Potensiometer  geser
    • Trimpot
    • NTC dan PTC
    • LDR

1.2.2 Kapasitor

Kapasitor-Elektrolit

komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan arus listrik di dalam medan listrik sampai batas waktu tertentu dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan arus listrik. Kapasitor merupakan komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan medan listrik, dapat juga berfungsi untuk memblokir arus DC dan meneruskan arus AC. Karena tidak dapat menguatkan, menyearahkan dan mengubah suatu energi ke bentuk lainnya, maka kapasitor termasuk komponen pasif.

Kapasitor ditemukan pertama kali oleh Michael Faraday (1791-1867).Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9×1011 cm2.

1.2.3 Induktor

induktor

Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

Sebuah induktor ideal memiliki induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.

Jenis-jenis Induktor diantaranya adalah :

    • Induktor yang nilainya tetap
    • Induktor yang nilainya dapat diatur atau sering disebut dengan Coil Variable

 2. Rangkaian Listrik

Rangkaian listrik adalah arus yang mengalir pada suatu rangkaian. Terbagi menjadi 2 yaitu : Rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. Pada rangkaian terbuka, arus listriknya mengalir. Sedangkan pada rangkaian tertutup, arus listriknya terputus. Penerapan dari rangkaian terbuka/tertutup adalah saklar. Sedangkan menurut jenisnya, Rangkaian terbagi menjadi Rangkaian seri, paralel maupun campuran.

2.1 Rangkaian Seri

re

Penahan atauresistor yang disambung secara seri ialah jika ujung kaki belakang tahanan R1 disambungkan pada ujung kaki depan tahanan R2 dan ujung kaki belakang Rdisambungkan pada ujung kaki depan tahanan R3 hingga seterusnya.
Ketiga rangkaian resistor tersebut dapat diganti dengan satu resistortanpa mengubah keadaan (baik arus maupun tegangan). Arus yang masuk pada rangkaian seri akan melewati tahanan R1, R2, dan R3, maka rangkaianseri memiliki arus yang sama disetiap masing-masing tahanan. Sedangkan jumlah seluruh tegangan disetiap masing-masing tahanan sama dengantegangan sumber. Sesuai dengan persamaan berikut:
V = Vab + Vbc + Vcd
Sedangkan V = I . R, maka: 
V = Iab. R1 + Ibc . R2 + Icd . R3
Arus yang melalui disetiap tahanan adalah sama, I = Iab = Ibc = Icd,
maka : 
V = I . ( R1 + R2 + R3 
V = I . RT
Dapat diperoleh:
RT = R1 + R2 + R3

2.2 Rangkaian Paralel

paralel

Tahanan atauresistor yang dihubungkan secara paralel adalah jika semua ujung kaki depantahanan R1, R2, dan R3 disambungkan atau disimpulkan pada satu titik dansemua ujung kaki belakangnya juga disambungkan atau disimpulkan padasatu titik.

Arus yang masuk pada rangkaian tersebut akan terbagi di titik a,sebagian arus melalui R1 dan sebagiannya lagi melalui R2 serta sebagian lagimelalui R3. Besarnya arus yang melalui tiap tahanan akan berbeda sesuaidengan nilai tahanannya. Sedangkan beda potensialnya atau tegangan padatiap masing-masing tahanan adalah sama dengan tegangan sumber.

Jika arus yang melalui tahanan R1 dinyatakan dengan I1, R2 dinyatakandengan I2, dan R3 dinyatakan dengan I3, maka:
ssp1
Ketiga arus tersebut berasal dari arus yang masuk pada titik a, sehingga:
I = I1 + I2 + I3
atau,
ssp2
karena V = V1 = V2 = V3 maka,
ssp3

2.3 Rangkaian Campuran

Rangkaian campuran merupakan rangkaian yang terdiri dari campuran seri dan paralel. Untuk menyelesaikan masalah mengenai rangkaian campuran, penyelesaian harus dilakukan satu per satu. Yakni, menyelesaikan rangkaian seri atau paralel terlebih dahlulu, dilanjutkan dengan penyelesaian rangkaian yang sejenis.

Baiklah para pembaca, demikian pembahasan mengenai Rangkaian Elektronika – Komponen dan Rangkaian Listrik telah selesai. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat bagi kita semua termasuk penulis sendiri. Isi posting-an ini bebas untuk disalin oleh pembaca sekalian dengan catatan menyertakan sumber berupa alamat blog ini 🙂 terimakasih~

sampai jumpa di posting-an berikutnya.

 

Wassalamu’alaikum WR. WB

sumber : wikipedia, modul praktikum RE 1&2. | http://www.academia.edu/8755418/rangkaian_seri_paralel_campuran. |  Images are attached from various sources.

 

About Me

hola!  perkenalkan, saya Irsyad Harfiansyah Shodiq, seringnya sih dipanggil Icad. Lulusan SD, SMP, SMA yang enggak terkenal-terkenal amat. Saat ini, sedang mengemban studi S1 di Universitas Pendidikan Indonesia mengambil program Ilmu Komputer. Namun, seperti yang kalian sudah lihat di bagian header, “A Boy Who Ever Dreamt to be A City Planner”. Cita-cita saya bukanlah mengemban ilmu di program studi ini. Tapi, jika Tuhan sudah berkata “Tidak!”, saya bisa apa?